Halaman Utama

Senin, 06 September 2010

kekhawatiran tidak akan menghilangkan kesulitan di hari esok, tapi menghilangkan kedamaian di hari ini

Doa bukan seperti "Ban Cadangan" yang kamu pakai ketika kamu dalam kesulitan, namun doa adalah "Roda Kemudi"yang menuntunmu di jalan yang benar.

Apa kamu tahu mengapa kaca depan sebuah mobil begitu besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena MASA LALU kita tidak sepenting MASA DEPAN kita. Lihatlah ke Depan dan bergerak Maju, jangan diam ditempat.
Persahabatan itu seperti sebuah BUKU. Hanya perlu beberapa detik untuk membakarnya, namun perlu berbulan - bulan untuk menulisnya.

Segala hal dalam hidup ini adalah sementara. Bila berjalan dengan lancar, maka.... nikmatilah, semua itu tidak akan bertahan selamanya. Bila berjalan tidak benar, maka.... jangan kuatir, semua itu tidak bertahan selamanya juga.

Teman Lama adalah Emas. Teman Baru adalah Berlian. Jika kamu mendapatkan sebuah berlian, jangan lupakan emas. Karena untuk dapat meletakkan sebuah Berlian, kamu selalu memerlukan dudukannya yang terbuat dari Emas.

Seringkali ketika kita kehilangan harapan dan berpikir bahwa inilah akhir dari semuanya, TUHAN tersenyum dari atas sana dan berkata, "Santailah, sayang, ini hanyalah sebuah kelokan, bukan akhir!"

Ketika TUHAN menyelesaikan masalah-masalahmu, kamu memiliki keyakinan atas kemampuanNYA; Ketika TUHAN tidak menyelesaikan masalah-masalahmu, DIA memiliki keyakinan atas kemampuanmu.

Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka.
Dan, kadangkala, ketika kamu aman dan bahagia, ingatlah bahwa seseorang telah berdoa untukmu.

KEKUATIRAN tidak akan menghilangkan KESULITAN di hari esok, namun menghilangkan KEDAMAIANmu pada hari ini.

Selamat mengalami perjalanan yang berbuah.!!

Ketika hidup memberi 100 alasan untuk menangis, tunjukan! bahwa kita memiliki 1000 alasan untuk tersenyum

Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya.Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan : 'Saya buta, tolong saya.'
Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu .Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini .
Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu .Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata .Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis .Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh . Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini .Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi .Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya,
'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi ?Apa yang bapak tulis ?'Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran .Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang ia telah tulis adalah :'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya .'Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja ?Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta .Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta .Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat .Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif ?Moral dari cerita ini :Bersyukurlah utk segala yg kau miliki .Jadilah kreatif.Jadilah innovatif.Berpikirlah dari sudut pandang yg berbeda & positif .Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yg baik dgn hikmat .Jalani hidup ini tanpa dalih & mengasihi tanpa rasa sesal .Ketika hidup memberi engkau 100 alasan utk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1.000 alasan utk tersenyum

Manakah yang Lebih Bahagia?

Seorang petani dan istrinya berpegangan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.
Lewatlah sebuah motor di depan mereka.

Berkatalah petani ini pada istrinya:
"Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan,
tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah.

"Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan,
melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.
Pengendara motor itu berkata kepada istrinya:
"Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.

"Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan,
ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat di hadapan mereka:
"Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai,
tidak seperti mobil kita yang sering mogok.

"Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya,
dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan,
pria kaya itu berkata dalam hatinya:
"Betapa bahagianya suami istri itu.
Mereka dengan mesranya berjalan berpegangan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini.
Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing.

"Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain,
dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.

Perpisahan

Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Pak Guru, ceritakan padaku tentang perpisahan.” Mendengar pertanyaan itu guru itu tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana guru itu mulai bercerita.
“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.
Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.
Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain. Itulah proses, itulah roda, itulah waktu.
Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya. Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya – lalu memeluk erat putik bunga – untuk menjadi buah?”
Setelah beberapa waktu meresapi kata-kata gurunya, aura cerah memancar dari wajah anak muda itu. Ia pun undur diri dan mulai melangkah melanjutkan hidupnya.

Semangat

Dalam hidup sering sekali kita menemukan sebuah pelajaran yang sangat berharga
lebih berharga daripada ilmu yang terdapat pada buku, guru, maupun dari informasi yang sering kita terima dari media
Pelajaran yang berasal dari hidup bisa mengubah banyak hal
Baik cara berpikir, cara menjalani hidup dan mampu membuat kita semakin dewasa.
Tapi tak semua orang mampu mempelajari dari hidup
Karena banyak orang yang tak pernah berpikir kenapa peristiwa itu terjadi, dan apa yang diambil dari kerjadian itu
Sebab mereka manja dalam menjalani hidup, mereka hanya bisa mengeluh dan terus bertanya kenapa peristiwa ini terjadi pada mereka.. semua yang mereka lakukan hanya perbuatan bodoh yang tak bisa menghasilkan sesuatu yang baik untuk hidup mereka
Padahal jika setiap orang mampu mempelajari segala yang terjadi pada hidupnya.
Dia akan menjadi orang yang paling beruntung dan bahagia.
Karena mereka yang pandai mempelajari hidup tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan mereka tak akan menyerah sebab mereka yakin mereka akan bahagia karena peristiwa itu..
Teruslah belajar dari hidup kita temukan setiap pelajaran yang bisa membangun kepribadian dan hidup kita.. Jangan pernah menyerah hanya karena peristiwa kecil

Prestasi

Selama ini kita sering berpersepsi bahwa prestasi itu identik dengan hal-hal seperti naik pangkat or jabatan, jadi juara, nilai yang bagus, atau dapat uang, menjadi ini, menjadi itu ………..
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya prestasi bukan hanya berupa hal-hal seperti apa yang barusan tertulis di atas. Ketika kita berada di dalam bis, lalu melihat nenek-nenek atau kakek-kakek yang harus berdiri karena nggak kebagian tempat duduk, lantas kita rela berdiri memberikan tempat duduk kita kepadanya, sebenarnya itupun juga merupakan prestasi. Yups, prestasi keikhlasan dan ketulusan dalam menolong orang lain.
Atau ketika uang saku kita tinggal 1.000 rupiah, lalu kita rela memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Itupun juga sebenarnya merupakan prestasi.
Atau saat kita sama sekali tidak punya uang. Lalu tiba-tiba kita menemukan uang di jalan. Dan kita menyerahkan uang tersebut kepada baitul mal atau kepada operator untuk diumumkan siapakah gerangan si pemilik uang, tanpa kita ambil sepeser pun uang itu. Yups, prestasi atas kesuksesan menjalani ujian hawa nafsu.
Atau ketika berada di dalam kelas (especially for teacher nih!). Terus, kamu dengan senang hati rela membersihkan kotorannya. Ckckckkkkkk……. Yups, lagi-lagi prestasi keikhlasan. Dan….. rasa sayang mungkin. Sayang kepada sesama manusia. Sayang kepada mereka yang lemah.

JATI DIRI

Dunia ini adalah ibarat sebuah kayu yang terbakar, apabila kiat hidup di dunia ini tidak berusaha maka kita akan terbakar oleh api, hangus hingga tingal abu aja. Aku sering melihat diriku sendiri akan kehidupanku yang masa lalu atau sekarang. Aku sering melihat disekitar akan kehidupan orang-orang yang ada disekitar ku. Aku melihat beragam aneka kehidupan, ada sikaya ada si sederhana ada si miskin dan banyak lagi ragam yang lain. Aku kadang benci melihat orang kaya yang berhura-hura, aku merasa iba melihat seorang pengemis yang cacat yang mengaih uang hanya untuk makan, tapi aku setiap melihat situasi itu hanya dapat melihat memikirkan tanpa ada perbuatan yang berarti untuk melakukan paradigma itu. Aku juga sering memikirkan diriku sendiri,apakah aku sudah berbuat banyak untuk semua itu daripada orang lain, namun aku kadang berfikir bahwa aku masih beruntung daripada orang lain yang menurutku belum beruntung. Tapi itu hanya sebatas pendapatku saja, belum tentu orang lain melihat karasteristikku yang mungkin sudah berbeda akan pendapatku.

Pada suatu hari aku ngobrol dengan temanku Fulan (bukan nama sebenarnya) yang jauh masih di bawah umur ku, aku bertanya pada nya “lan apakah arti hidup itu untuk kamu?“, dia menjawab “ hidup bagi ku itu bisa senang, dapat makan, dan tercukupi, lantas aku bertanya” hidup itu untuk apa,’ dia jawab “untuk berkerja cari duit”. Itulah sekilas obrolan ku dengan teman ku Fulan. Aku terus menelaah apa yang dikatakan temanku tadi, mengapa ya kebanyakan orang – orang banyak dalam menjalani kehidupan ini lupa siapa yang membuat semuanya yang ada di dunia ini. Banyak orang hanya bekerja untuk kehidupannya tanpa memikirkan siapa yang memberi ini semua, sehingga kadang kala orang bisa menghalalkan segala cara agar dapat tetap hidup, pada hal masih banyak jalan yang harusnya dapat ditempuh dengan cara yang baik, ya mungkin orang udah lupa akan Penciptanya dan mungkin sudah lupa akan dosa sehingga bekerja tanpa ada aturan tabrak sana tabrak sini tanpa memikirkan itu hak siapa, yang penting aku senang. Kenapa kita banyak melupakan Allah Tuhan alam semesta ini, mungkin saja kalau kita selalu berjalan di dunia ini bisa menjalani kehidupan sesuai dengan Firman-firman-Nya kita hidup akan lebih berarti dan tentram. Kita akan hidup tenang bersama orang – orang tanpa ada kesenjangan yang jauh. Ya itulah kehidupan yang mungkin harus kita jalani walaupun bagaimana keadaannya, karena kita di dunia oleh Allah SWT dijadikan khalifah dari orang-orang sebelumnya. Sampai sekarang aku masih mencari apa arti hidup ini secara luas.

“Kehidupan Tetap Harus kita jalani yang terpenting kita kehidupan seberapa banyak perbuatan kita yang bermanfaat untuk orang lain, bukan seberapa lama kita hidup di dunia”